ALAT PELINDUNG DIRI DALAM PEKERJAAN

Gambar terkait

Dalam setiap kegiatan melakukan pekerjaan seseorang yang ikut serta dengan pekerjaan yang disebut tidak akan lepas dengan kemungkinan kecelakaan maupun pengaruh yang beresiko pada kesehatan tersebut. Keselamatan dan kecelakaan kerja yaitu keselamatan yang terkait dengan alat kerja, bahan dan sistem pemrosesannya, tempat kerja dan lingkungannya dan beberapa cara melakukan pekerjaan. Kecelakaan yaitu peristiwa yang tidak terduga dan yang tidak diinginkan yang bisa mengakibatkan kerugian material maupun penderitaan dari yang paling enteng sampai yang yang paling berat.

Usaha kesehatan kerja yaitu usaha penyerasian anatara kemampuan kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja dengan cara sehat tanpa ada membahayakan dianya ataupun orang-orang seputarnya, agar didapat produktifitas kerja yang maksimal.

Hazard yaitu suatu potensi kalau dari suatu urutan peristiwa akan muncul suatu rusaknya atau efek yang akan merugikan. Ruang lingkup usaha kesehatan kerja mencakup beragam usaha penyerasian pada pekerja dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya baik fisik ataupun psikis dalam soal cara ataupun cara kerja dan keadaan yang mempunyai tujuan untuk :

  1. Pelihara dan tingkatkan derajat kesehatan kerja orang-orang pekerja disemua lapangan kerja.
  2. Menghindar munculnya masalah kesehatan pekerja yang disebabkan oleh kondisi atau keadaan lingkungan pekerjaannya.
  3. Memberi perlindungan untuk pekerja dalam pekerjaannya dari peluang dari bahaya yang dikarenakan oleh beberapa aspek yang membahayakan kesehatan.
  4. Meletakkan dan pelihara pekerja disuatu lingkungkan pekerjaan yang sesuai sama kekuatan fisik dan psikis pekerjanya.

Pengertian alat pelindung Diri

Alat pelindung diri (APD) yaitu suatu keharusan di mana biasanya beberapa pekerja atau buruh bangunan yang bekerja disebuah proyek atau pembangunan sebuah gedung, diharuskan memakainya. Keharusan itu telah disetujui oleh pemerintah melalui Departemen tenaga Kerja Republik indonesia. Alat-alat sekian harus penuhi kriteria tidak mengganggu kerja dan memberi perlindungan efisien pada type bahaya.
Alat Pelindung diri (APD) bertindak penting pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Dalam pembangunan nasional, tenaga kerja memiliki fungsi dan kedudukan yang penting sebagai pelaku pembangunan. Sebagai pelaku pembangunan perlu dilakukan bebrapa usaha perlindungan baik dari segi ekonomi, politik, sosial, tehnis, dan medis dalam wujudkan kesejahteraan tenaga kerja.

Bahaya yang mungkin terjadi pada sistem produksi dan diperkirakan akan menimpa tenaga kerja yaitu seperti berikut :

a. Tertimpa benda keras dan berat
b. Tertusuk atau terpotong benda tajam
c. Terjatuh dari tempat tinggi
d. Terbakar atau terserang aliran listrik
e. Terserang zat kimia beresiko pada kulit atau melalui pernapasan.
f. Pendengaran jadi rusak karena nada kebisingan
g. Penglihatan jadi rusak disebabkan intensitas cahaya yang tinggi
h. Terserang radiasi dan masalah yang lain.

Sedang kerugian yang perlu dijamin oleh pekerja ataupun pihak pemberi kerja jika terjadi kecelakaan yaitu :

  1. Produktifitas pekerja menyusut selama sakit
  2. Ada biaya perawatan medis atas tenaga kerja yang terluka, cacat, bahkan juga meninggal dunia.
  3. Kerugian atas rusaknya fisilitas mesin dan yang lain.
  4. Berkurangnya efesiensi perusahaan.

Alat Pelindung Diri (APD) tidaklah alat yang nyaman jika dipakai namun manfaat dari alat ini sangat besar karena dapat menghindar penyakit akibat kerja maupun kecelakaan pada saat bekerja. Sebenarnya banyak pekerja yang masih tetap belum memakai alat pelindung diri ini karena rasakan ketidaknyamanan.

Pemakaian Alat Pelindung Diri

Ketentuan yang mengatur pemakaian alat pelindung diri ini tertuang dalam pasal 14 Undang-undang Nomor 1 th. 1970 mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja, di mana setiap entrepreneur atau pengurus perusahaan harus sediakan Alat Pelindung Diri dengan cara bebrapa hanya pada tenaga kerja dan orang lain yang masuk tempat kerja. Berdasar pada ketentuan itu otomatis setiap pekerja diharuskan untuk memakai APD yang sudah disiapkan oleh perusahaan.

Alat Pelindung Diri yang disiapkan oleh entrepreneur dan digunakan oleh tenaga kerja harus penuhi prasyarat pembuatan, pengujian dan sertifikat. Tenaga kerja memiliki hak menampik untuk memakainya bila APD yang disiapkan bila tidak penuhi prasyarat.
Beberapa macam alat pelindung diri yaitu seperti berikut ini :

1). MASKER
Masker dipakai untuk pada beberapa tempat kerja tertentu dan kerapkali udaranya kotor yang disebabkan oleh berbagai macam hal diantaranya :
a. Debu-debu kasar dari penggerinderaan atau pekerjaan semacam
b. Toksin dan debu halus yang dibuat dari pengecatan atau asap
c. Uap semacam beracun atau gas beracun dari pabrik kimia
d. Gas beracun seperti CO2 yang turunkan konsentrasi oksigen diudara.

Untuk menghindar masuknya kotoran-kotoran itu, kita dapat memakai alat yang umum desebut dengan “masker” (pelindung pernapasan). Mengenai hal yang perlu di perhatikan dalam memakai masker yakni :

a. Bagaimana caranya memakai dengan cara benar
b. Jenis dan type dari kotoran yang perlu dihindari
c. Lamanya memakai alat tersebut

Beberapa jenis masker dan pemakaianya yaitu :
a). Masker Penyaring Debu
Masker penyaring debu ini bermanfaat membuat perlindungan pernapasan dari serbuk-serbuk logam, penggerindaan atau serbuk kasar yang lain.
b). Masker berhidung
Masker ini dapat menyaring debu atau benda lain sampai ukuran 0, 5 mikron, apabila kita susah bernafas waktu memakai alat ini maka hidung-hidungnya harus ditukar karena filternya sudah terhalang oleh debu.
Hal yang perlu diingat dalam pemakaian masker berhidung yaitu seperti berikut :
a. Menempatkan masker ini harus melekat baik di wajah. Untuk mengecek ini tempelkan selembar kertas atau telapak tangan pada hidung. Apabila masker terpasang baik di wajah, maka kertas atau telapak tangan akan tertarik.
b. Karena hidungnya ada dua buah, maka dalam pemasangannya jangan pernah terbalik.
c. Bersihkanlah masker setelah setelah penggunaan dan bebaskan hidung-hidungnya.

2). KACAMATA
Kacamata pengaman dipakai membuat perlindungan mata dari debu kayu, batu, atau serpihan besi yang berterbangan di tiup angin. Mengingat partikel-partikel debu memiliki ukuran sangat kecil dan halus yang terkadang tidak terlihat oleh kasat mata.
Oleh karena itu bagian mata perlu memperoleh perhatian dan diberikan perlindungan dengan memakai alat pelindung mata, biasanya pekerjaan yang memerlukan kacamata yakni saat pekerjaan mengelas atau pekerjaan yang lain. Salah satu permasalahan paling sulit dalam mencegah kecelakaan yaitu mencegah kecelakaan yang menimpa mata di mana jumlah peristiwanya sekian besar.

Umumnya tenaga kerja merasa malas memakai kaca mata karena ketidaknyamanan hingga dengan alasan itu merasa kurangi kenyamanan dalam bekerja. Meskipun kaca mata pelindung yang penuhi kriteria sekian banyak. Usaha untuk pembinaan kedisiplinan pada pekerja, atau melalui pendidikan dan keteladanan, agar tenaga kerja memakainya. Tenaga kerja yang berpandangan kalau kemungkinan kecelakaan pada mata yaitu besar akan memakainya dengan tekad dan kesadarannya sendiri. Sebaliknya tenaga kerja yang merasa kalau bahaya itu kecil, maka mereka tidak demikian menghiraukannya dan akan tidak ingin memakainya. Kesusahan akan penggunaan kacamata ini dapat diatasi dengan beragam cara. Pada beberapa perusahaan, tempat kerja dengan bahaya pekerjaan mata hanya bisa di masuki bila kaca mata pelindung di gunakan. Seperti manfaat sebagai tempat kerja itu, maka suatu kewajiban setiap tenaga kerja akan selalu memakai kaca mata pelindung selama jam kerja, dan untuk siapa saja tidak memakai kaca mata pelindung akan merasa sekurang-kurangnya berkompetisi apabila dibanding dari grup tenaga kerja yang memakai kaca mata pelindung.

3). SEPATU PENGAMAN
Sepatu pengaman harus dapat membuat perlindungan tenaga kerja pada kecelakaan-kecelakaan yang dikarenakan oleh beban berat yang menimpa kaki, paku-paku atau benda tajam lain yang mungkin terinjak, logam pijar, larutan asam dsb. Biasanya sepatu kulit yang bikinannya kuat dan baik cukup memberi perlindungan, namun pada peluang tertimpa benda-benda berat masih tetap perlu sepatu safety online dengan ujung berttutup baja dan susunan baja di dalam solnya. Susunan baja dalam sol sepatu perlu membuat perlindungan pekerja dari tusukan benda runcing terutama pada pekerjaan bangunan.

Untuk kondisi tertentu terkadang harus diberikan pada tenaga kerja sepatu pengaman yang lain. Misalnya, tenaga pekerja yang bekerja di bagian listrik harus kenakan sepatu safety konduktor, yakni sepatu tanpa ada paku dan logam, atau tenaga kerja di tempat yang menyebabkan peledakan diharuskan memakai sepatu yg tidak menyebabkan loncatan bunga api.

4). SARUNG TANGAN
Sarung tangan harus disiapkan dan diberikan pada tenaga kerja dengan pertimbangan akan bahaya-bahaya dan kriteria yang diperlukan. Diantaranya prasyaratnya yaitu bebannya bergerak jari dan tangan. Jenisnya bergantung pada type kecelakaan yang akan dihindari yakni tusukan, sayatan, terserang benda panas, terserang bahan kimia, terserang aliran listrik, terserang radiasi dsb.

Harus diingat kalau memakai sarung tangan ketika bekerja pada mesin pengebor, mesin pengepres dan mesin yang lain yang bisa mengakibatkan tertariknya sarung tangan kemesin yaitu beresiko. Sarung tangan juga sangat menolong pada pelaksanaan yang terkait dengan benda kerja yang panas, tajam maupun benda kerja yang licin. Sarung tangan juga dipakai sebagai isolator untuk pelaksanaan listrik.

5). TOPI PENGAMAN
Topi pengaman (helmet) harus digunakan oleh tenaga kerja yang mungkin tertimpa pada kepala. oleh benda jatuh atau melayang atau benda-benda lain yang bergerak. Topi pengaman harus cukup keras dan kokoh, namun enteng. Bahan plastik dengan susunan kain dapat dibuktikan sangat cocok untuk kepentingan ini.

Topi pengaman dengan bahan elastis seperti karet atau plastik biasanya digunakan oleh wanita. Rambut wanita yang panjang memiliki potensi kemungkinan ditarik oleh mesin. Oleh karenanya penutup kepala harus digunakan agar rambut tidak terbawa putaran mesin lewat cara rambut diikat dan ditutup oleh penutup kepala.

6). PERLINDUNGAN TELINGA
Alat ini dipakai untuk melindungi dan membuat perlindungan telinga dari bunyi-bunyi yang yang bersumber atau di keluarkan oleh mesin yang memiliki volume nada yang cukup keras dan bising. Alat perlindungan telinga harus dilindungi pada loncatan api, percikan logam, pijar atau partikel yang melayang. Perlindungan pada kebisingan dilakukan dengan sumbat atau turup telinga.

7). ALAT PELINDUNG DIRI LAINNYA
Masih tetap terdapat banyak alat-alat pelindung diri yang lain seperti “tali pengaman” untuk tenaga kerja yang mungkin terjatuh, diluar itu mungkin juga diselenggarakan tempat kerja khusus untuk tenaga kerja dengan semua alat proteksinya. Juga ‘’pakaian khusus’’ untuk saat terjadinya kecelakaan atau untuk sistem penyelamatan.

Baju kerja harus dikira suatu alat perlindungan pada bahaya-bahaya kecelakaan. Baju tenaga kerja pria yang bekerja melayani mesin semestinya berlengan pendek, cocok (tidak longgar) pada dada atau punggung, tidak memakai dasi dan tak ada lipatan-lipatan yang mungkin menghadirkan bahaya. Untuk tenaga kerja wanita baiknya memakai juga celana panjang, ikat rambut, pakaian yang cocok dan tidak memakai perhiasan-perhiasan yang bisa mengganggu saat bekerja. Baju kerja sintetis hanya baik pada beberapa bahan kimia korosif, namun malah beresiko pada lingkungan kerja dengan beberapa bahan yang bisa meledak oleh aliran listrik statis.

Manfaat Kesehatan Keselamatan Kerja Untuk Perusahaan dan Karyawan

Hasil gambar untuk Manfaat Kesehatan Keselamatan Kerja Untuk Perusahaan dan Karyawan

Kesehatan keselamatan kerja yaitu suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah ataupun rohaniah tenaga kerja pada terutama, dan manusia biasanya, hasil karya dan budaya untuk menuju orang-orang adil dan makmur.

Kesehatan keselamatan kerja atau biasanya dimaksud dengan K3, sangat penting untuk diaplikasikan dalam suatu perusahaan. Karenanya ada keadaan kesehatan dan keselamatan kerja yang diuntungkan tidak cuma karyawan, tetapi perusahaan akan rasakan faedahnya.

Manfaat kesehatan keselamatan kerja untuk karyawan yaitu karyawan merasa kesehatan dan keselamatan kerja mereka terkamin, terlepas dari ancaman kesedatan keselamatan yang datang dari pekrjaan dan lingkungan kerja dan karyawan merasa aman selama bekerja.

Lalu dari segi perusahaan juga memperoleh keuntungan dari ada kesehatan keselamatan kerja. Keuntungan yang didapat oleh perusahaan yaitu sistem pekerjaan jalan seefektif mungkin, sarana produksi perlatan kantor terpelihara, tingkatkan motivasi kerja karyawan, dan tingkatkan efektifas karyawan dalam bekerja.

Lingkungan kerja dan Penggunaan Alat kerja

Setelah tahu pentingnya kesehatan keselamatan kerja, baik untuk karyawan dan perusahaan. Lalu bagaimana langkahnya untuk membuat kesehatan keselamat kerja dalam suatu perusahaan?

Dalam artikel ini, kami akan mengulas tentang beberapa hal yang perlu dilakukan untuk membuat kesehatan keselamatan kerja dalam suatu perusahaan. Pada umumnya hal yang perlu dilakukan akan dibagi jadi dua kelompok.

Kelompok yang pertama mencakup kondisi lingkungan kerja. Sedang kelompok yang kedua mencakup penggunaan alat kerja. Untuk kelompok yang pertama mencakup kedaan lingkungan kerja, pada umumnya dapat dibagi jadi tiga poin penting. Ketiga poin itu yaitu :

  1. Pengaturan dan penyimpanan beberapa barang yang beresiko yang kurang diperhitungkan keamanannya.
  2. Mengatur ruang kerja yang penuh dan sesak. Ciptakanlah sebuah ruang kerja yang nyaman, bersih, ringkas dan rapi. Hal semacam ini mempunyai tujuan untuk tingkatkan kenyaman dan keefektifitasan karyawan saat bekerja.
  3. Pembuangan kotoran dan limbah yg tidak pada tempatnya. Upayakan lah selalu untuk buang limbah hasil produksi perusahaan sesuai sama ketentuan yang berlaku hal semacam ini mempunyai tujuan untuk membuat sebuah lingkungan kerja yang sehat.

Sedang untuk kelompok yang kedua dalam usaha membuat kesehatan keselamatan kerja yang kedua penggunaan alat kerja. Pada umumnya kelompok ke-2 ini dapat dibagi jadi dua poin penting. Kedua poin itu yaitu :

  1. Pengaman perlengkapan kerja yang telah usang atau rusak. Janganlah memaksakan untuk meneruskan produksi apabila telah di ketahui bila ada dalah satu alat produksi kamu yang rusak. Karena bila dipaksakan dapat mebahayakann keselamatan karyawan. Diluar itu sudah pasti alat produksi yang telah rusak atau alami masalah pasti tidak bisa membuahkan product yang sesuai sama standard kwalitas.
  2. Pemakaian mesin, alat elektronik tanpa ada pengaman yang baik dan penyusunan penerangan. Misalnya tidak menggunakan sepatu safety sesuai standart.

Nah tersebut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk membuat kesehatan keselamatan kerja dalam suatu perusahaan. Sesungguhnya ada banyak lagi hal hal yang bisa dilakukan untuk membuat kesehatan keselamatan kerja bergantung dari aktivitas perusahaan yang tidak sama.

Alat Pelindung Diri/Personal Protective Equipment (APD/PPE)

Hasil gambar untuk Alat Pelindung Diri/Personal Protective Equipment (APD/PPE)

Alat pelindung diri (APD) yaitu suatu alat yang memiliki kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya ditempat kerja.

Dasar Hukum Penggunaan Alat Pelindung Diri Bagi Tenaga Kerja

1. Undang-undang No. 1 th. 1970
Pasal 3 ayat (1) butir f : Dengan ketentuan perundangan diputuskan kriteria untuk memberi APD.
Pasal 9 ayat (1) butir c : Pengurus diharuskan memberikan dan menerangkan pada setiap tenaga kerja baru mengenai APD.
Pasal 12 butir b : Dengan ketentuan perundangan ditata keharusan dan atau hak tenaga kerja untuk memakai APD.
Pasal 14 butir c : Pengurus diharuskan sediakan APD dengan cara bebrapa hanya.
2. Permenakertrans No. Per. 01/MEN/1981
Pasal 4 ayat (3) mengatakan keharusan pengurus sediakan alat pelindung diri dan harus untuk tenaga kerja untuk memakainya untuk mencegah penyakit akibat kerja.
3. Permenakertrans No. Per. 03/MEN/1982
Pasal 2 butir I mengatakan menasehati tentang rencana dan pembuatan tempat kerja, penentuan alat pelindung diri yang diperlukan dan gizi dan penyelenggaraan makanan di tempat kerja.
4. Permenakertrans No. Per. 03/MEN/1986
Pasal 2 ayat (2) mengatakan tenaga kerja yang mengelola pestisida harus memakai alat-alat pelindung diri yang berbentuk baju kerja, sepatu safety lars tinggi, sarung tangan, kacamata pelindung atau pelindung muka dan pelindung pernapasan.

Manfaat Dan Type Alat Pelindung Diri

  • Alat pelindung kepala (Headwear)
    Manfaat alat pelindung kepala yaitu alat pelindung yang berperan membuat perlindungan kepala dari bentrokan, terantuk, kejatuhan atau terpukul benda tajam atau benda keras yang melayang atau meluncur di hawa, terkena oleh radiasi panas, api, percikan beberapa bahan kimia, jasad renik (mikro organisme) dan suhu yang ekstrim. Jenis alat pelindung kepala terbagi dalam helm pengaman (safety helmet), topi atau tudung kepala, penutup atau pengaman rambut, dan sebagainya.
  • Alat pelindung mata (Ayes Protection) dan muka
    Manfaat alat pelindung mata dan muka yaitu alat pelindung yang berperan membuat perlindungan mata dan muka dari paparan bahan kimia beresiko, paparan partikel-partikel yang melayang di hawa dan di tubuh air, percikan benda-benda kecil, panas, atau uap panas, radiasi gelombang elektromagnetik yang mengion ataupun yg tidak mengion, pancaran cahaya, bentrokan atau pukulan benda keras atau benda tajam.
    Jenis alat pelindung mata dan muka terbagi dalam kacamata pengaman (spectacles), goggles, tameng muka (face shield), masker selam, tameng muka dan kacamata pengaman dalam kesatuan (full face masker).
  • Alat pelindung telinga (Ear Protection)
    Manfaat alat pelindung telinga yaitu alat pelindung yang berperan membuat perlindungan alat pendengaran pada kebisingan atau desakan.
    Jenis alat pelindung telinga terbagi dalam sumbat telinga (ear plug), penutup telinga (ear muff) dan ear helmet.
  • Alat pelindung pernafasan bersama peralatannya
    Manfaat alat pelindung pernafasan bersama peralatannya yaitu alat pelindung yang berperan membuat perlindungan organ pernafasan lewat cara menyalurkan hawa bersih dan sehat dan/atau menyaring cemaran bahan kimia, mikro-organisme, partikel yang berbentuk debu, kabut (aerosol), uap, asap, gas/fume, dsb.
    Jenis alat pelindung pernafasan dan peralatannya terbagi dalam masker, respirator, katrit, kanister, Re-breather, Airline respirator, Continues Air Suplai Machine=Air Hose Mask Respirator, tangki selam dan regulator (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus/SCUBA), Self-Contained Breathing Apparatu (SCBA), dan emergency breathing apparatus.
  • Alat pelindung tangan (Hand Protection)
    Manfaat alat pelindung tangan (sarung tangan) yaitu alat pelindung yang berperan membuat perlindungan tangan dan jari-jari tangan dari pajanan api, suhu panas, suhu dingin, radiasi elektromagnetik, radiasi mengion, arus listrik, bahan kimia, bentrokan, pukulan dan tergores, terinfeksi zat patogen (virus, bakteri) dan jasad renik.
    Jenis pelindung tangan terbagi dalam sarung tangan yang terbuat dari logam, kulit, kain kanvas, kain atau kain berpelapis, karet, dan sarung tangan yang tahan bahan kimia.
  • Alat pelindung kaki (Feet Protection)
    Manfaat alat pelindung kaki berperan membuat perlindungan kaki dari tertimpa atau berbenturan dengan benda-benda berat, tertusuk benda tajam, terserang cairan panas atau dingin, uap panas, terpajan suhu yang ekstrim, terserang bahan kimia beresiko dan jasad renik, tergelincir.
    Jenis Pelindung kaki berbentuk sepatu safety online keselamatan pada pekerjaan peleburan, pengecoran logam, industri, kontruksi bangunan, pekerjaan yang punya potensi bahaya peledakan, bahaya listrik, tempat kerja yang basah atau licin, bahan kimia dan jasad renik, dan/atau bahaya binatang dan sebagainya.
  • Baju pelindung (Body protection)
    Manfaat baju pelindung berperan membuat perlindungan tubuh beberapa atau semua bagian tubuh dari bahaya temperatur panas atau dingin yang ekstrim, pajanan api dan benda-benda panas, percikan beberapa bahan kimia, cairan dan logam panas, uap panas, bentrokan (impact) dengan mesin, perlengkapan dan bahan, tergores, radiasi, binatang, mikro-organisme patogen dari manusia, binatang, tumbuhan dan lingkungan seperti virus, bakteri dan jamur.
    Jenis baju pelindung terbagi dalam rompi (Vests), celemek (Apron/Coveralls), Jacket, dan baju pelindung yang menutupi beberapa atau semua bagian tubuh.
  • Alat Pengaman di Ketinggian (Harness)
    Manfaat alat pelindung jatuh perseorangan berperan membatasi gerak pekerja agar tidak masuk ke tempat yang memiliki potensi jatuh atau melindungi pekerja berada pada posisi kerja yang dikehendaki dalam kondisi miring ataupun bergantung dan menahan dan membatasi pekerja jatuh hingga tidak mengenai lantai basic.
    Jenis alat pelindung jatuh perseorangan terbagi dalam sabuk pengaman badan (harness), karabiner, tali koneksi (lanyard), tali pengaman (safety rope), alat penjepit tali (rope clamp), alat penurun (decender), alat penahan jatuh bergerak (mobile fall arrester), dan sebagainya.
  • Pelampung
    Manfaat Pelampung berperan membuat perlindungan pemakai yang bekerja diatas air atau dipermukaan air agar terlepas dari bahaya terbenam dan atau mengatur keterapungan (buoyancy) pemakai agar dapat berada pada posisi terbenam (negative buoyant) atau melayang (neutral buoyant) didalam air.
    Jenis pelampung terbagi dalam jaket keselamatan (life jacket), rompi keselamatan (life vest), rompi pengatur keterapungan (Bouyancy Control Piranti).

Sebagian Prasyarat Alat Pelindung Diri

Alat-alat pelindung diri yang sudah diambil sebaiknya penuhi bebrapa ketetapan seperti berikut :
1. Dapat memberi perlindungan pada bahaya
2. Berbobot ringan
3. Dapat digunakan dengan cara fleksibel (tidak membedakan jenis kelamin)
4. Tidak menyebabkan bahaya tambahan
5. Tidak mudah rusak
6. Penuhi ketetapan dari standard yang ada
7. Pemeliharaan mudah
8. Pergantian suku cadang mudah
9. Tidak membatasi gerak
10. Rasa “tidak nyaman” tidak berlebihan
11. Memiliki bentuk cukup menarik

Selain itu alat pelindung diri harus juga penuhi prasyarat :

  • Enak Digunakan
  • Tidak mengganggu kerja
  • Memberi perlindungan efisien pada bahaya

PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) | ALAT PELINDUNG DIRI ( APD )

Hasil gambar untuk PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) | ALAT PELINDUNG DIRI ( APD )

Alat Pelindung Diri (APD)

Alat pelindung diri (APD) di definisikan sebagai perlengkapan yang di desain untuk di gunakan oleh personil untuk melindungi diri terhadapa pekerjaan yang berhubungan dengan bahaya yang bisa membahayakan kesehatan atau keselamatan pekerja.

APD bukan pengganti untuk kontrol rekayasa yang efisien ataupun keadaan dan praktik kerja yang aman. APD hanya akan membuat perlindungan pekerja dari cidera tetapi tidak menghindar terjadinya insiden.

Ruang Lingkup

Menerangkan kriteria untuk pemakaian dan penyediaan APD (Alat Pelindung Diri) selama proses pekerjaan seperti berikut :

  • Pembatasan pemekaian APD ditempat kerja
  • Pelindung kepala
  • Pelindung mata dan wajah
  • Pelindung badan
  • Pelindung terjatuh dari ketinggian
  • Pelindung pendengaran
  • Pelindung kaki (sepatu safety jakarta)
  • Pelindung tangan dan lengan
  • Alat pelindung pernapasan dan
  • Bekerja di atas air

Kriteria umum pemakaian APD

Pekerja harus dilatih dan tunjukkan pemahaman mengenai pemakaian APD yang tepat yang terbagi dalam minimum :

  • Kapan APD digunakan
  • Type APD yang diperlukan
  • Bagaimana mengerjakannya, sesuaikan dan memakai APD
  • Batasan APD dan
  • Perawatan dan pemeliharaan yang tepat dan usia manfaat APD

APD dasar harus digunakan setiap saat ditempat kerja, tidak cuma ketika dirasa ada bahaya yang meneror. APD basic yang perlu di gunakan yaitu seperti berikut :

  • Safety Boots (steel toe cap)
    Pakaian lengan panjang (pakaian lengan pendek masih tetap sangat mungkin dan diijinkan untuk pekerjaan tertentu dan di daerah tertentu)
  • Helmet
    Sarung tangan (opsional atau sesuai sama bahaya pekerjaan)
  • Kacamata
  • Pelindung telinga yang diperlukan

APD yang di perlukan untuk melakukan beberapa pekerjaan pekerjaan harus disiapkan tanpa ada biaya pada karyawan.

APD yang digunakan harus dalam keadaan baik dan berperan penuh, dan :

  • Harus bebas dari cacat atau rusaknya
  • Harus bersih
  • Harus di buang celah kontaminasi
  • Kriteria umum untuk penyediaan APD

Setiap pengawas ditempat kerja harus meyakinkan kalau APD sudah mencukupi dan di pilih sesuai sama persyaratan seperti berikut :

  • Memberi perlindungan pada resiko tanpa ada mengakibatkan penambahan resiko
  • Pas dan cocok dipakai oleh personil
  • Cocok dengan kegiatan kerja dan beberapa jenis APD yang di pakai
  • Penuhi standard yang disadari Nasional ataupun Internasional yang sesuai sama disain atau konstruksi yang diputuskan.

Setiap pengawas ditempat kerja harus bertanggungjawab untuk memastikanbahwa semua personil :

  • Sudah di kompliti dengan APD yang ideal yang di butuhkan untuk aktivitas dan lingkungan kerja
  • Terlatih dalam kontrol, pemakaian dan penyimpanan yang tepat pada APD yang di pakai.
  • Pengawas harus menerangkan pada personil mereka tentang manfaat dan pentingnya memakai APD dan tunjukkan APD yang sesuai.
  • Pengawas bertanggungjawab untuk hentikan pekerjaan bila personilnya tidak memakai APD yang sesuai sama pekerjaan, sampai APD yang tepat sudah di pakai.

Ketetapan dan manfaat APD

Pembatasan pada Baju/pakaian ditempat kerja

Seragam kerja umum tidak harus terbagi dalam 100% bahan polyester/nylon di mana terdapat potensi untuk terkena api atau panas tinggu di lingkungan kerja.

Baju pelindung kimia harus di gunakan untuk menghindar terkena pada kulit, dan/atau bahan nilon di mana ada potensi terkena api atau panas tinggi ditempat kerja. Type bahan harus di pilih berdasar pada kekuatan bahan untuk melawan penetrasi dan kemampuannya untuk menahan kerasnya pekerjaan dari bahaya terkena bahan kimia dan/atau paparan api.

Pelindung Kepala

Semua personil harus memakai pelindung kepala/Helmet setiap waktu tanpa ada terkecuali. Setiap pekerja/individu meyakinkan pelindung kepala/helmet dalam keadaan aman dan di check dengan cara teratur. Setiap karyawan dilarang untuk :

  • Merubah bentuk helmet terkecuali seperti di izinkan oleh produsen
  • Mengebor atau melubang helmet (misalnya untuk tempelkan name tag dan yang lain)
  • Melepas tali atau memotong/merubah lewat cara apapun
  • Mengecat helmet

Pelindung mata dan wajah

Bilamana ada bahaya cidera atau iritasi pada mata pekerja, pengawas harus meyakinkan kalau pekerja di kompliti dengan perlengkapan pelindung mata dengan tepat sesuai sama pekerjaan.

Body Protection

Bilamana ada pekerjaan yang membahayakan bagian badan pekerja, pengawas harus meyakinkan kalau setiap personin sudah di kompliti dengan perlengkapan perlindungan badan yang ideal (seperti apron, legging dan lain-lain).

Fall Protection

Bilamana ada potensi bahaya terjatuh dari ketinggian, pengawas harus meyakinkan kalau pekerja sudah di kompliti dengan safety harness dan lifeline sedemikian rupa untuk menghindar pekerja terjatuh dari atas ketinggian.

Hearing Protection

Semua personil yang bekerja di daerah yang memiliki tingkat kebisingan yang tinggi harus memakai perlindungan pendengaran seperti earplug, earmuff atau bumper.
Daerah yang memiliki tingkat kebisingan semakin besar dari atau sama juga dengan 85 dBA harus dipasang sinyal peringatan.

Hand and Arm Protection

Nyaris setiap bagian dari setiap pekerjaan yaitu memakai tangan, dan pekerja harus memakai perlindungan tangan yang ideal untuk kurangi kemungkinan peluang cidera pada tangan.

Tujuan umum sarung tangan (gloves)

Sarung tangan kerja yang dipakai oleh pekerja pada umumnya mempunyai tujuan untuk perlindungan pada :

  • Permukaan benda yang bergerigi
  • Kaca
  • Bagian pinggir yang tajam
  • Tali kawat/wire rope
  • serpihan logam dan lain – lain

Tujuan khusus sarung tangan (gloves)

Sarung tangan yang memiliki maksud khusus yang perlu selalu dipakai setiap waktu pekerja melakukan pekerjaan tertentu yang mencakup :

  • Electrical ” hot ” gloves
  • Cut resistant gloves
  • Chemical resistant gloves
  • Standard rubber gloves
  • Heat resistant gloves

Pekerjaan yang mengharuskan pemakaian sarung tangan dengan cara khusus mencakup :

  • Bekerja dengan memakai bahan pelarut atau bahan bakar (thinner, grease, bensin, dan lain – lain)
  • Bekerja dengan bahan isolasi
  • Menolong welder atau handling material panas
  • Hydro carbon resistant dan rubber gloves harus di gunakan membuat perlindungan tangan saat memakai cairan minyak untuk pembersih.

Foot Protection

Semua pekerja di daerah konstruksi atau operasi harus memakai pelindung kaki (safety shoes) dengan ujung baja. Semua pelindung kaki (sepatu safety) harus di check untuk meyakinkan dalam keadaan baik.

Respiratory Protective Equipment

Air purifying respirator (respirator pemurni udara)
Respirator pemurni udara adalah filter pemurni udara, cartridge, atau tabung yang menyingkirkan kontaminan hawa tertentu dengan melupakan hawa ambient melalui pemurni udara. Respirator pemurni hawa tidak bisa di pakai untuk perlindungan di daerah di mana terdapat H2S pada atmosfer.

Pentingnya Sepatu Safety Pada Lokasi Konstruksi

Image result for PERLENGKAPAN KESELAMATAN KERJA DI KAPAL (PPE)

Lokasi konstruksi bukan tempat yang aman dari berbagai resiko bahaya. Oleh karena itu, sangat penting untuk pekerja untuk kenakan peralatan keselamatan yang layak. Tanggung jawab itu ada pada kedua belah pihak, baik perusahaan ataupun pekerja untuk memastikan kalau semua orang mengenakan pakaian yang tepat untuk pekerjaan itu.

Seringkali pekerja dapat terlihat dengan jaket yang memantulkan cahaya dan helm pelindung, namun bila sepintas lihat ke bawah menuju ke arah kaki, nyatanya mereka tidak kenakan aksesories paling penting, yakni sepatu safety. Kaki kerapkali diabaikan, walau sebenarnya tempat konstruksi tempat paling beresiko dari resiko cidera.

Ancaman bahaya bisa datang dari benda berat yang jatuh ke tanah, pemakaian kendaraan dan perlengkapan yang asal-asalan, atau paku tajam dan benda tajam yang lain. Boot harian umum tidak hanya dapat mengemban pekerjaan untuk menanggung keselamatan kerja pekerja konstruksi.

Cidera Akibat Tidak Mengenakan Sepatu Safety

Cidera dapat terjadi bila tidak kenakan sepatu safety pada tempat konstruksi. Beberapa salah satunya yaitu :

  • Luka tusukan yang disebakan oleh paku, serpihan logam, kaca dan bahkan juga staples
  • Cidera tergencet meliputi tulang retak dan kehilangan jari kaki
  • Kejutan listrik
  • Patah tulang dan terkilir dapat terjadi akibat terjungkal dan jatuh. Bantalan yang ideal di sekitar pergelangan kaki dapat menghindar hal ini
  • Luka bakar akibat bahan kimia atau logam panas

Pada insiden yang malang dari suatu kecelakaan, sepatu safety yang benar kerapkali membedakan pada surprise yang kronis dan cidera yang meneror jiwa. Ada sepatu safety yang sediakan perlindungan dari bahaya listrik dan tumpahan bahan kimia.

Jadi kerjakan penelitian sepatu safety jakarta mana yang pas untuk setiap lingkungan kerja. Hal semacam ini harus dilakukan dengan cara masalah per masalah. Sudah pasti peralatan safety untuk bagian industri seperti pabrik akan tidak sama dengan lingkungan kerja konstruksi.

Sepatu Safety yang Aman

Boot dengan penutup jari kaki dari baja adalah type alas kaki pertama yang terlintas dalam fikiran. Dan feature ini memang penting membuat perlindungan bagian atas kaki. Namun sepatu safety juga diperlengkapi dengan perlindungan dari bentrokan. Sol anti tergelincir juga kerapkali penting untuk menanggung alas kaki seaman mungkin.

Beberapa feature dari sepatu ini mencakup:

  • Pelindung jari kaki dari baja
  • Sol tengah dari baja untuk perlindungan kaki
  • Lidah dan kerah bantalan sepatu
  • Sol poliuretan dual densitas
  • Antistatik dengan hak penyerap guncangan

Sepatu ini ada dengan beragam piranti keselamatan yang sesuai sama standard yang kokoh. Guna sepatu safety untuk perlindungan maksimal untuk kaki. Boot dan sepatu yang di produksi datang dari kulit terbalik demikian pula pelindung jari kakinya. Sepatu itu didesain membuat perlindungan kaki dari tumpahan minyak, asam, panas, tergelincir, tusukan dan jari kaki yang tergencet.

Ada beberapa kelompok dari sepatu safety, yang akan menjamin di berbagai bidang kerja lapangan yang keras. Bagian kerja itu mencakup:

  • Minyak dan Gas
  • Teknik
  • Konstruksi
  • Pertanian

13 Istilah tentang Sepatu Safety

Hasil gambar untuk Istilah tentang Sepatu Safety

Tahu sepatu safety? Itu, lho, salah satu jenis sepatu atau alas kaki yang biasanya digunakan oleh para pekerja. Penggunaan sepatu ini ternyata salah satu kriteria standard keamanan. Sepatu type ini berbeda dengan sepatu lain seperti sneakers ataupun pantopel. Dari desainnya telah terlihat sepatu ini memang didesain untuk lingkungan industri. Tidak heran bila ketika telah masuk saat penerimaan pegawai, banyak pegawai yang repot mencari penjual sepatu safety ini.

Menurut Tubuh Standardisasi Nasional, sepatu safety terbuat berbahan baja. Bahan ini dikombinasi dengan bahan yang lain, berperan membuat perlindungan jari-jari kaki dari bentrokan saat berada di lingkungan kerja. Sebelumnya beli sepatu ini, sebaiknya anda mengetahui bagian atau beberapa arti pada sepatu safety agar tidak salah beli di toko jual sepatu safety jakarta. Berikut bagian-bagian sepatu safety yang perlu anda kenali :

  1. Vamp, yakni bagian atas sepatu yang diawali dari lidah sampai ujung depan sepatu.
  2. Upper, yakni bagian atas sol sepatu.
  3. Quarter, yakni bagian atas yang bersebelahan segera dengan vamp.
  4. Toe cap, yakni bagian tempurung sepatu yang biasanya terbuat dari baja hingga tahan akan bentrokan.
  5. Bumper, yakni susunan karet yang menempel di bagian depan sepatu yang bermanfaat membuat perlindungan dari goresan benda tajam.
  6. Anti static, yakni bagian sepatu yang dapat menghantarkan listrik hingga terlepas dari daya kejut dari benda-benda yang bermuatan listrik.
  7. Foam lining, yakni bahan busa yang berada dibawah pengeras depan bermanfaat menaikkan kenyamanan pemakai sepatu safety.
  8. Eyelete stay, berada di depan quarter untuk memperkuat dudukan
  9. Steel toe cap, terbuat dari baja yang terdapat di bagian depan membuat perlindungan jari-jari kaki dan memperkuat bagian depan.
  10. Collar, bermanfaat menguatkan bagian depan yang biasanya terbuat dari kulit atau bahan yang lain yang terdapat dibagian leher sepatu.
  11. Nail proof stainless mideole, yakni bagian sepatu safety yang terdiri atas plat besi hingga dapat membuat perlindungan kaki dari benda-benda tajam atau tusukan seperti paku ataupun pecahan kaca.
  12. Sock lining, yakni bagian sepatu untuk telapak kaki.
  13. Outsole, yakni bagian luar tepatnya bagian bawah yang bersentuhan segera dengan tanah.

Selain bagian diatas masih tetap ada lagi bagian lain yang sudah ditetapkan Badan Standarisasi Nasional. Tetapi pada dasarnya, tersebut bagian-bagian sepatu safety yang perlu anda kenali, terlebih bila ingin membelinya.

Langkah Dalam Melakukan Management Of Change (MOC)

Hasil gambar untuk Langkah Dalam Melakukan Management Of Change (MOC)

Setelah tahu perubahan apa sajakah yang memerlukan Management of Change (MOC), maka pada Artikel kali ini kami akan mengulas tentang beberapa langkah dalam bikin manajemen pergantian (management of change). Demikian banyak pergantian yang memerlukan analisis memakai sistem MOC tetapi tidak dilakukan dengan alasan yang tidak sama, salah satu alasan yang seringkali yaitu tidak tahu bagaimana sistem management of change itu, seberapa pentingnya penggunaan alat pelindung seperti sepatu safety jakarta berkualitas dan beberapa langkah yang perlu dilakukan.

Demikian pentingnya Melakukan MOC untuk setiap pergantian yang dilakukan agar tidak menyebabkan potensi bahaya baru akibat pergantian yang dilakukan hingga setiap pekerja harus tahu dengan baik cara bikin dan langkah apa sajakah yang perlu dilakukan untuk bikin pengelolaan dari pergantian yang dilakukan memakai prosedur MOC. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam Management of Change (MOC) :

1. Identifikasi Permasalahan dan Kesempatan Pergantian Kesempatan pergantian biasanya nampak karena ada persoalan, identifikasi semua persoalan yang dihadapi pada setiap pekerjaan. Terima semua input yang didapatkan oleh pekerja, dan jangan sampai mengenyampingkan input dari siapa saja. Mencari inspirasi perbaikan dari setiap permasalahan yang diketemukan, ajak diskusi semua pekerja yang ikut serta agar jadi bagian dari sistem MOC (management of Change).

2. Pelajari Maksud Pergantian tahap selanjutnya yaitu memastikan maksud dari pergantian yang dilakukan, ada beberapa tujuan perubahan salah satunya : Bikin pekerjaan lebih efektif, lebih cepat, maupun lebih aman. Kerjakan pergantian yang praktis, dan sangat diprioritaskan dapat dilakukan dengan tidak melakukan penyetopan pekerjaan dalam lingkup yang luas. Pakai system yang ada, kerjakan analisis pada system yang ada… Adakah yang dapat dilakukan dengan lebih efektif. Hingga tak perlu melakukan pergantian yang menyeluruh… Bila system yang ada tidak dapat mensupport pergantian, maka diperlukan analisis secara detail agar maksud dari pergantian dapat terwujud.

3. Analisis Akar Permasalahan (Root Cause) Kerjakan analisis permasalahan yang menyebabkan suatu sistem tidak jalan sebagai mana harusnya, hingga pergantian yang dilakukan dapat jalan dengan baik dan dapat jadi jalan keluar untuk permasalahan yang diidentifikasi. Berikanlah data-data untuk mensupport analisis yang dilakukan agar maksud pergantian lebih terang. Termasuk salah satunya yaitu pemenuhan prosedur keselamatan maupun gambar-gambar pendukung. Biasanya salah satu masalah yang timbul karena pekerja kurang hati-hati dan tidak menggunakan pelindung diri seperti pakaian keselamatan, sepatu safety, helm keselamatan dan sebagainya.

4. Mintalah Kesepakatan Setelah inspirasi perbaikan telah didapat dan dipercaya dapat merampungkan permasalahan, mintalah kesepakatan dari manajemen dan pihak-pihak yang ikut serta (Stake holder).

5. Beritahu Semua Pihak Yang Ikut serta Perbahan bisa saja akan menyebabkan efek, oleh karenanya berikanlah info pada semua pihak yang mungkin terserang efeknya. Katakan pergantian yang tengah dilakukan dan maksud yang akan diraih dari pergantian itu.

6. Implementasikan Pergantian Yang Di buat Setelah semua kriteria administrasi sudah di setujui, dan gagasan pergantian telah diberitahukan pada semua pihak yang terdampak. tahap selanjutnya yaitu melakukan gagasan pergantian. Kerjakan setiap bagian pergantian sesuai sama gagasan,.

7. Kerjakan Pemantauan Pada Pergantian Kerjakan pemantauan pada setiap prosesnya, tulis semua persoalan yang muncul ketika sistem pergantian. Hal semacam ini akan diperlukan saat melakukan analisis nanti. Kerjakan pemantauan atau penilaian pasca pergantian dilakukan, maksudnya yaitu untuk melakukan perbaikan sistem yang mungkin belum jalan dengan cara prima.