Cara Atasi Kecelakaan Kerja di Lokasi Kerja

Gambar terkait

Kemungkinan kecelakaan kerja dapat terjadi setiap saat. Maka kesadaran tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja jadi sangat diperlukan. Pastinya tidak seseorang pun yang ingin celaka. Namun kemungkinan kecelakaan dapat terjadi setiap saat dan dimanapun termasuk di linkungan tempat kerja. Dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yg sering disingkat K3 jadi salah satu ketentuan pemerintah yang menanggung keselamatan dan kesehatan kita dalam bekerja.

Tetapi pada akhirnya muncul pertanyaan apakah kecelakaan kerja yang merugikan itu dapat dihindari? Pada prinsipnya setiap kecelakaan kerja dapat diupayakan untuk dihindari karena, Pertama, Setiap kecelakaan tentu ada penyebabnya, dan Ke-2 Bilamana sebab-sebab kecelakaan itu dapat kita menghilangkan maka kecelakaan dapat dihindari. Lalu bagaimana langkahnya menangani lingkungan kerja tidak aman? Berikut langkah langkah untuk mengatasinya.

  1. Di hilangkan, sumber-sumber bahaya atau kondisi tidak aman itu agar tak akan menyebabkan bahaya, misalnya alat-alat yang rusak ditukar atau diperbaiki.
  2. Dieleminir/diisolir, sumber bahaya tetap masih ada, namun diisolasi agar tak akan menyebabkan bahaya, misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin di beri tutup/pelindung atau sediakan alat-alat keselamatan kerja.
  3. Dikendalikan, sumber bahaya tidak aman dikendalikan dengan cara tehnis, misalnya menempatkan safety valve pada bejana-bejana desakan tinggi, menempatkan alat-alat control dll.

Untuk tahu ada unsafe condition harus dilakukan pengawasan yang cermat pada lingkungan kerja.

Pertama Pakaian Pengaman dan berikut kriteria baju perlindungan atau pengamanan.

  1. Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja pada bahaya yang mungkin ada.
  2. Pakaian kerja harus seragam mungkin serta ketidaknyamanannya harus yang paling minim.
  3. Bila bentuknya tidak menarik, paling tidak harus dapat di terima.
  4. Pakaian kerja harus tidak menyebabkan bahaya lain, misalnya lengan yang terlalu terlepas atau ada kain yang terlepas yang kemungkinan besar termakan mesin.
  5. Bahan bajunya harus memiliki derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon, dan lain-lain) yang bisa meleleh oleh suhu tinggi semestinya tidak digunakan.
  6. Pakaian kerja harus didesain untuk hindari partikelpartikel panas berkaitan di celana, masuk di kantong atau terselip di lipatan-lipatan pakaian.
  7. Overall katun penuhi semua kriteria yang dijelaskan diatas dan karena itu overall katun yaitu yang paling banyak dipakai sebagai pakaian kerja.
  8. Dasi, cincin dan arloji adalah beberapa barang yang memiliki besar kemungkinan menyebabkan bahaya karena mereka itu dapat dikonsumsi mesin, dan akan mengakibatkan kecelakaan bila beberapa pekerja tetaplah memakainya. Arloji dan cincin memberi permasalahan pada bahan kimia dan panas dengan berhenti menyingkirkan bahaya.
    **

Lalu hal apa sajakah yang perlu di perhatikan dalam memakai baju kerja?

  1. Gunakan baju yang tahan pada api, tertutup rapat, dan berkancingkan.
  2. Gunakan katun atau wol dsb manfaat hindari bahan buatan yang mudah terbakar baik pakaian atas ataupun pakaian bawah.
  3. Pakaian yang longgar dan tidak berkancing atau t-shirt atau p memakai dasi, sabuk bisa dengan mudah mengait putaran mesin.
  4. Kancing harus ditutupi bahan penutup untuk menghindar rusaknya permukaan ketika bekerja diatas tonggak atau penyangga dsb.

PAKAIAN KERJA

Pilihlah baju kerja yang kuat dan betul–betul pas hingga merasa suka dalam pekerjaan. Jauhi baju dengan ikat pinggang, gesper dan kancing yang menonjol yang bisa mengakibatkan rusaknya pada kendaraaan pada saat bekerja.
Sebagai aksi keamanan pada luka atau terbakar, kulit harus selalu tertutup, terkecuali sangat terpaksa benar.
Jaga baju Kamu agar selalu bersih waktu bekerja, sebab oli dan kotoran pada baju Kamu akan mengotori kendaraan

SEPATU KERJA

Pililah alas kaki yang kuat untuk bekerja. Yaitu beresiko memakai sandal atau alas kaki yang mudah tergelincir dan karena itu janganlah digunakan. Sandal dan semacamnya lebih sangat mungkin penggunaanya terluka karena kejatuhan benda. Disarankan memakai sepatu safety boot atau sepatu yang memiliki sol yg tidak licin dan berkulit keras.

SARUNG TANGAN

Pada saat mengangkat benda – benda berat atau memindahkan pipa buang yang panas dan semacamnya disarankan memakai sarung tangan, meskipun tak ada suatu ketentuan khusus yang mengatur cara penggunaannya untuk pekerjaan pemeliharaan umum.

Terlebih pada saat mengebor dan menggerinda dan pekerjaan di kamar mesin dengan mesin hidup, sangat mungkin munculnya bahaya tersangkutnya sarung tangan di bagian yang berputar. Karenanya dalam soal seperti ini sarung tangan janganlah digunakan.

Alat-alat pelindung anggota tubuh

Tubuh kita terbagi dalam bagian-bagian, semua itu harus terlindung diwaktu melakukan pekerjaan. Alat-alat pelindung bagian yaitu sebagai berikut :

Alat pelindung mata

Mata harus terlindung dari panas, cahaya yang menyilaukan serta dari debu.

Alat pelindung kepala

Topi atau helm yaitu alat pelindung kepala apabila bekerja di bagian yang berputar, misalnya bor atau waktu tengah mengelas, hal semacam ini untuk melindungi rambut terlilit oleh putaran bor atau rambut terserang percikan api.

Alat pelindung telinga

Membuat perlindungan telinga dari gemuruhnya mesin yang sangat bising juga penahan bising dari letupan-letupan.

Alat pelindung hidung

Yaitu alat pelindung hidung dari peluang terhisapnya gas-gas beracun.

Alat pelindung tangan

Alat ini terbuat dari beragam jenis bahan sesuai dengan kebutuhannya, diantaranya :

  1. Sarung tangan kain, dipakai untuk menguatkan pegangan agar tidak meleset.
  2. Sarung tangan asbes, dipakai terlebih untuk melindungin tangan pada bahaya panas.
  3. Sarung tangan kulit, dipakai membuat perlindungan tangan dari benda-benda tajam ketika mengangkat suatu barang.
  4. Sarung tangan karet, dipakai pada saat pekerjaan pelapisan logam, seperti vernikel, vercrhoom dll. Hal semacam ini untuk menghindar tangan dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan.

Alat pelindung kaki

Untuk hindari tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia. Terdapat dua type sepatu yakni pengaman yang memiliki bentuk seperti sepatu keselamatan umum hanya di bagian ujungnya dilapis dengan baja dan sepatu karet dipakai untuk mencapai permukaan yang licin, hingga pekerja tidak terpeleset dan jatuh.

Alat pelindung tubuh

Alat ini terbuat dari kulit hingga sangat mungkin baju umum atau tubuh terlepas dari percikan api, terlebih pada saat menempa dan mengelas. Lengan pakaian janganlah digulung, sebab lengan pakaian yang panjang akan membuat perlindungan tangan dari cahaya api.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s