Cara Menimbulkan Budaya K3

Related imageApakah cukup dengan ketentuan keselamatan kerja, kebijakan keselamatan kerja, hingga sistem? Yang ada disetiap perusahaan yaitu usaha yang dilakukan untuk keselamatan kerja selama karyawan bekerja di perusahan hingga jadi bagian dari budaya hidupnya. Namun terkadang ada beberapa tenaga kerja yang merasa ketentuan, kebijakan, atau sistem itu membuat kerja jadi tidak nyaman, serba dibatasi, bahkan tidak efektif hingga mereka jadi tidak perduli dengan keselamatan kerja. Bagaimana agar orang orang itu dapat tumbuh motivasi dianya selalu untuk hidup dengan Budaya Keselamatan Kerja?

Berdasar pada 13 penelitian tentang motivasi, 10 cara untuk menumbuhkan motivasi diri seorang, yakni :

  1. Komunikasikan kebijakan atau ketentuan keselamatan kerja lewat cara yang rasional dan mudah dipahami, hingga tidak berkesan memaksa dan mejadi ini sebuah keperluan.
  2. Perlihatkan empati berdasar pada prinsip. Seorang tidak ingin melakukan apa yang diperintahkan orang lain (seorang tidak dapat dipaksa untuk melakukan suatu hal), lewat cara menerangkan setiap kebijakan dan ketentuan dengan rasional hingga setiap orang ingin terima dan melakukannya. Dengan begitu pekerja akan menggunakan alat pelindung dengan sendirinya, seperti penggunaan sepatu safety, pakaian safety, kacamata safety, helm safety dan lainnya.
  3. Pakai bhs yang berbentuk personal. Misalnya kalimat : “keselamatan kerja yaitu keperluan kita hingga harus untuk kita bersama” lebih baik daripada kalimat “keselamatan kerja yaitu budaya perusahaan yang perlu dikerjakan”.
  4. Sertakan setiap orang dalam sistem rencana, proses, dan pelajari kerja mereka.
  5. Kumpulkan anjuran dan pendapat dari mereka yang terserang keharusan dari ketentuan dan kebijakan itu.
  6. Tetapkan maksud atau tujuan yang ingin diraih berbarengan sama juga dengan kebanyakan orang atau tim kerja. Untuk memastikan maksud/tujuan dapat memakai rumus SMART : Specific, Motivational, Achievable, Relevant and Trackable.
  7. Buat program penghargaan untuk siapa saja yang memiliki prestasi dalam menggerakkan budaya keselamatan kerja di perusahaan.
  8. Dengarkan alasan dan tetaplah berbentuk empati jika ada pelanggaran ketentuan/kebijakan keselamatan kerja dan komunikasikan dengan baik untuk merampungkan persoalan yang terjadi.
  9. Selenggarakan diskusi atau acara grup/tim kerja dalam memastikan tujuan atau maksud, dengar pendapat, perayaan kesuksesan, dan lain-lain.
  10. Kembangkan dan mengaplikasikan kiat untuk tingkatkan keyakinan antar sesama orang.
  11. dan dari semua diatas yang lebih penting lagi yaitu menanamkan nilai meaning spritual pada setiap pekerjaan, kalau bekerja itu yaitu sebagai beribadah, dan jadikan rutinitas dan keperluan budaya Safety yaitu bagia diri kita.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s