Panduan Menggunakan Biological Safety Cabinet

Afbeeldingsresultaat voor Biological Safety Cabinet

Biological Safety Cabinet dulu mungkin di kenal sebagai Laminar Air Flow, salah satu alat yang dipakai pada Laboratorium Mikrobiologi. Manfaat Biological Safety Cabinet yaitu bikin lingkungan yang aseptis untuk melakukan analisa mikrobiologi, dari mulai sistem enrichment s/d sistem identifikasi mikroorganisme.

Ketidaksamaan pada Laminar Air Flow dan Biological Safety Cabinet terdapat pada flow hawa yang ada di alat itu. Arah flow hawa pada laminar Air Flow bikin analisa mikrobiologi aman dari segi product (minimalisasi kerancuan product), Sedang Arah flow pd Biological Safety Cabinet bikin analisa mikrobiologi aman dari segi product dan PENGGUNA. Berikut Tips Memakai Biological Safety Cabinet seperti berikut :

  1. Paham Arah Air Flow. Biological Safety Cabinet memberi proteksi pada personnel, product dan lingkungan melalui HEPA Filter. Tahu bagaimana hawa mengalir pada Biological Safety cabinet adalah bagian penting yg harus di ketahui.
  2. Bekerja pada TINGGI Sash (pintu) yang tepat. Aliran hawa yang tepat didapat dengan pengukuran kecepatan hawa bersma tinggi sash yang optimal dengan analisa cermat yang direferensikan dilakukan setiap tahunnya. Setelah dicek, alat akan dipasang label ok yang menyebutkan alat berperan optimal membuat perlindungan personel, product dan lingkungan.
  3. Dilarang tutup air grill pada Biological Safety cabinet karena akan menggangu arah aliran hawa.
  4. Minimalisasi Gerakan di dalam dan di luar Biological Safety Cabinet. Gerakan yang terlalu cepat dari tangan user akan menggangu arah aliran hawa. Hilir mudik analyst di depan Biological Safety Cabinet dan penutupan pintu yg tidak baik akan beresiko pada arah aliran hawa.
  5. Meminimalisasi terjadinya percikan atau aerosol ketika analisa. Cara paling baik untuk Minimalisasi yaitu dengan melakukan Good Microbiology Practices. Pengurangan terjadinya percikan atau aerosol akan meminimalisasi potensi infeksi dari sampel yg tengah ditangani.
  6. Paham Working Ruang di Biological Safety Cabinet. Bagian yg paling tepat adl 1/3 bagian yang terdapat di dalam. Semua analisa sebaiknya dilakukan pd 4 inchi didepan air grill pada working ruang di Biological Safety Cabinet. Bahan atau alat yg berada di dalam Biological Safety cabinet dapat mengganggu aliran hawa, membuahkan turbulensi, dan kerancuan silang.
  7. Bekerja dengan arah dari ruang bersih menuju ruang terkontaminasi (kotor) pada Biological Safety Cabinet. Alat dan bahan harus juga tepat disimpan sesuai zona kerja yang bersih menghadap ke kerancuan (dari kiri ke kanan). Biohazards bag, rack pembuangan tips mikropipette dan unit glass filter sebaiknya ditempatkan pada satu segi yang sama di dalam Biological Safety Cabinet. Semua alat dan bahan ditempatkan sejauh yg kita dapat raih di Biological Safety Cabinet dan berikanlah jarak dgn air grill. Alat yang membuahkan aerosol seperti vortek mixer dan centrifuge ditempatkan dibagian belakang Biological Safety Cabinet hingga tidak mengganggu aliran hawa.
  8. Bekerja dengan Tabung. Dilarang menempatkan tabung terbuka pd Biological Safety Cabinet dalam kondisi tegak. Tutup tabung atau tutup botol TIDAK dapat ditempatkan di atas lap atau tissu ketika bekerja di Biological Safety Cabinet. Tutup selekasnya tabung atau botol setelah usai digunakan ketika bekerja di Biological Safety Cabinet.
  9. Tutup petri harus selalu berada di atas petri yg dalam keadaan terbuka, meminimalisasi dampak aliran hawa ke bawah pada Biological Safety Cabinet.
  10. Aspiration Bottles atau suction flask pada Biological Safety Cabinet harus dapat didesinfeksi sebelumnya dan setelah analisa.

Sebagai penambahan, tersebut disini Standard Operational Procedure ketika bekerja di Biological Safety Cabinet.

1. Start Up
– Gunakan sarung tangan untuk perlindungan tangan.
– Gunakan sepatu safety lokal agar terlepas dari cairan berbahaya
– Isi Biological Safety cabinet dengan semua alat laboratorium yang diperlukan untuk mengawali analisa dan pastikan semua dapat didekontaminasi bagian permukaannya. Dekontaminasi permukaan meja, segi dinding dan Nyalakan alat beberapa menit sebelumnya dipakai.
– Janganlah menempatkan alat dengan serampangan.
– Tutup drain valve sebelumnya operasi.

2. Operation
– Jangan menghambat bagian depan dan belakang kisi kisi.
– Bekerja pada jarak yang jauh yang masihlah dapat dijangkau.
– Minimalisi gerakan tangan, buat gerakan perlahan-lahan hingga tidak menggangu airflow.
– Ketika menarik tangan dari dalam, optimis untuk melakukan dekontaminasi pada permukaan lebih dahulu. Dan gerakkan tangan dengan perlahan-lahan
– Minimalisasi masalah pada external airflow.
– Bekerja dari ruang bersih ke kotor.
– Biohazard collection bag sebaiknya ditempatkan di dalam kabinet.
– Gunakan absorbent pad pada permukaan kerja apabila diperlukan untuk meminimalisasi percikan dan pembentukan aerosol dari tumpahan.
– Dekontaminasi permukaan sebelumnya memindahkan bahan yang tersangka terkontaminasi dari interior dalam.
– Letakkan instrument yang bisa membuahkan aerosol sejauh mungkin dari interior dalam kabinet.
– Bahan yang bersih sebaiknya berjarak minimal 150 mm dari obyek yang membuahkan aerosol untuk meminimalisasi kerancuan silang.
– Jangan memakai fas flame apabila sangat mungkin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s