Macam-Macam Warna Bahan Bakar

Image result for warna bahan bakar

Banyak dari kita tentu pernah beli bensin eceran. Tak tahu mereka yang tinggal di kota dan mendadak kehabisan bensin di jalan maka sebagai jalan keluar yaitu mencari penjual bensin eceran (apabila SPBU masihlah jauh). Terlebih buat mereka yang tinggal di daerah, bensin eceran tentu akarab dalam kehidupan keseharian. Waktu beli bensin eceran, pernahkah kita mencermati warnanya?

Bila kita umum beli bensin premium di penjual eceran, maka kita disodorkan bensin dengan warna kuning jernih. Apakah itu warna normal dari bensin atau bahan bakar yang lain? Apabila kita lihat dari susunan kimianya, bensin premiun dengan angka oktan 88 memiliki rantai karbon sejumlah 8 atom. Bensin dengan kwalitas ini memiliki ciri-ciriistik :
1. Mudah menguap pada suhu kamar
2. Tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau
3. Memiliki titik nyala rendah yakni pada -15oC sampai -10oC
4. Memiliki berat type yang rendah pada 0, 71-0, 77 kg/l
5. Dapat melarutkan oli dan karet
6. Membuahkan jumlah panas yang besar 9500-10500 kcal/kg
7. Sedikit meninggalkan jelaga saat dibakar

Nyatanya dari karakter bawaannya, bensin premium tidak berwarna dan tidak berbau. Lalu dari manakah warna pada bensin dan bahan bakar yang lain? Pewarna sering dimaksud juga dyes. Ada beragam jenis dyes yang dipakai untuk bebrapa kepentingan khusus. Daftarnya seperti berikut ini :

1. Acid Dyes
Pewarna ini larut di air dan berbentuk anionik dan umum dipakai untuk product memiliki bahan serat seperti sutra, wol, nilon, dan serat akrilik.
2. Basic Dyes
Sama dengan acid dyes, pewarna ini larut di air dan berbentuk kationik dan berbentuk asam. Pewarna ini umum dipakai pada serat akrilik tetapi juga beberapa dipakai pada sutra dan wol. Pewarna ini dapat dipakai untuk memberi warna kertas.
3. Direct atau Substantive Dyes
Apabila basic dyes dan acid dyes ditambahkan dalam kondisi ber-ion, maka pewarna ini ditambahkan dalam kondisi netral atau sedikit basa. Menambahkan garam lain juga sering dilakukan apabila memakai pewarna ini. Garam yang disebut misalnya sodium klorida, sodium sulfat, atau sodium karbonat. Pewarna ini sering dipakai pada bahan kapas, kertas, kulit, wol, sutra, dan nilon. Pewarna ini dapat dipakai sebagai tanda pH (keasaman).
4. Mordant Dyes
Pewarna tajam ini yang paling penting yaitu synthetic mordant dyes atau chrome dyes yang sering dipakai untuk bahan wol. Jumlah pewarna ini yaitu 30% untuk pewarnaan wol dan sangat bermanfaat apabila ingin memperoleh warna hitam atau biru tua. Perlu dicatat kalau pewarna ini banyak terkandung logam berat dan dapat sangat beresiko untuk kesehatan.
5. Vat Dyes
Pewarna ini tidak larut di air termasuk tidak bisa diserap segera oleh serat bahan yang akan diwarnai.
6. Reactive Dyes
Banyak dipakai untuk pewarnaan serat selulosa dan katun.
7. Disperse Dyes
Diperkembang untuk memberi warna selulosa asetat dan pewarna ini larut di air. Dipakai sebagai pewarna utama untuk polyester, nilon, selulosa triasetat, dan serat akrilik.
8. Azoic Dyes
9. Sulfur Dyes
Pewarna ini sering dipakai untuk memberi warna katun khusus untuk memperoleh warna gelap.

10. Oxidation based : banyak dipakai untuk pewarna rambut dan bulu
11. Laser Dyes
12. Leather Dyes : dipakai untuk pewarna kulit
13. Fluorescent Brightener : dipakai untuk serat tekstil dan kertas
14. Solvent Dyes : dipakai untuk pewarnaan kayu, pelarut, product memiliki bahan basic minyak, dan lilin.
15. Contrast Dyes
16. Mayhem’s Dye : dipakai untuk pewarnaan air
Solvent dyes yaitu yang paling umum dipakai sebagai pewarna untuk hidrokarbon bahan bakar. Pewarna ini yaitu type yang larut dalam pelarut organik. Seperti diterangkan diatas, pewarna ini yaitu jalan keluar untuk sistem pewarnaan pelarut organik, bahan bakar hidrokarbon, lilin, pelumas, plastik, dan semua bahan berbasiskan hidrokarbon non polar. Pemberian nama dari pewarna ini yaitu ikuti pakem seperti ” solvent warna angka “, misalnya apabila ingin mengatakan warna merah yaitu solvent red 24, solvent red 26, dan sebagainya.

Hanya sedikit kilang atau unit pemrosesan didunia yang masihlah memakai pewarna berbentuk serbuk atau powder. Selain karena gosip biaya, pemakaian pewarna serbuk juga memiliki gosip lingkungan yang semakin besar dibanding dengan apabila memakai pewarna laruta. Lagupula, lebih mudah apabila mencampurkan liquid ke liquid dari pada serbuk ke liquid.

Maksud pewarnaan bahan bakar ini diantaranya untuk membedakan type bahan bakar satu dengan yang lain. Dibedakan agar menghindar penyalahgunaan seperti pengoplosan, penipuan, dan yang lain. Bahkan juga di beberapa negara, pewarnaan bahan bakar dipakai untuk membedakan mana yang dipakai pajak dan mana yg tidak. jakarta tourism guide, menawarkan solusi perjalanan dengan mudah dan paket murah.

Bahan bakar pesawat memiliki maksud khusus dalam pewarnaan. Bukan sekedar karena bahan bakarnya yang dikenai pajak, namun juga untuk menghindar kekeliruan pengisian bahan bakar kedalam tangki pesawat. Karena mesin pesawat memiliki spesifikasi bahan bakar yang tidak sama.

Negara-negara didunia memiliki standard warna yang tidak sama untuk setiap bahan bakar yang di produksi. Tersebut disini tabel negara-negara didunia dan standard warna bahan bakar yang di produksi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s